liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Banyak Terobosan, KSEI Bidik Pertumbuhan Investor Hingga 30% di 2023

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan pertumbuhan investor sebesar 20%-30% pada 2023.

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, pertumbuhan investor sebesar 36,70% menjadi 10,23 juta per 16 Desember 2022 dibandingkan tahun 2021 sebesar 7,48 juta. Dari jumlah itu, investor ritel menyumbang jumlah terbesar yakni 10,19 juta atau 99,63% dari total. Sedangkan investor institusi berjumlah 37,89 atau 0,37% dari total.

“Kami perkirakan mungkin sekitar 20% sampai 30%, karena banyak faktor seperti situasi politik yang baik tahun depan dan Indonesia terbukti tangguh,” katanya dalam konferensi pers KSEI di Jakarta, Jumat (23/12).

Uriep mengatakan salah satu tolok ukur pencapaian pasar modal Indonesia adalah pertumbuhan jumlah investor. Ia mencatat, KSEI telah melakukan beberapa penemuan untuk mendukung pertumbuhan investor, seperti peningkatan kapasitas sistem.

Peningkatan kapasitas sistem tersebut bertujuan untuk mendukung pertumbuhan jumlah investor pasar modal, serta meningkatkan frekuensi transaksi bursa di masa mendatang. Saat ini C-BEST dapat memproses penyelesaian transaksi dengan kecepatan 150 ribu per menit, dari sebelumnya 20 ribu per menit, atau meningkat 650%.

Termasuk meningkatkan kapasitas jumlah Sub Rekening Efek yang dapat dibuka di setiap perusahaan efek dan bank kustodian dari sebelumnya 1,6 juta menjadi 2 miliar sub rekening efek (SRE).

Sementara itu, Direktur KSEI Syafruddin mengatakan, KSEI memiliki rencana strategis untuk tahun 2023. Rencana tersebut terdiri dari administrasi Know Your Customer (KYC), SRE atau sub rekening efek sebagai alternatif untuk menyimpan data nasabah, dan rekening unit dana investor sebagai alternatif. menyimpan dana nasabah.

Target selanjutnya adalah penguatan pengawasan terintegrasi, pelaporan digital, dematerialisasi efek ekuitas, dan optimalisasi subregistrasi KSEI. Apalagi E-rupebus ada di KSEI dengan mudah. E-rupebus merupakan rapat umum pemegang efek bersifat utang, dimana KSEI mengembangkan sistem RUPS secara online.

Lalu ada perdagangan karbon, pengurus pajak, perluasan penggunaan S-multivest, dan KSEI menjadi local operating unit (LOU) untuk menerbitkan LEI bagi institusi yang berdomisili di Indonesia.

Syafruddin melanjutkan, KSEI telah menyiapkan 41 rencana kerja untuk tahun 2023, salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan dana nasabah di SRE untuk instrumen ekuitas dan efek utang serta rekening unit dana investor untuk instrumen reksa dana.

“Jadi selain RDN, investor pasar modal Indonesia juga akan memiliki alternatif untuk menyimpan dan menyelesaikan dananya di SRE dan IFUA. Sehingga investor pasar modal tidak lagi harus menunggu dibukanya RDN untuk bertransaksi di pasar modal,” ujar Syafruddin.