liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
BEI Jatuhkan Sanksi Suspensi Royal Investium Sekuritas

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan suspensi terhadap perusahaan efek PT Royal Investium Sekuritas (LH). Penangguhan ini dilakukan karena Royal Investium tidak memenuhi ketentuan modal kerja minimum yang disesuaikan (MKBD) perusahaan yang disyaratkan oleh regulator pasar modal hingga 16 Januari 2023.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 52/POJK.04/2020 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Penyesuaian Bersih, perusahaan efek harus memiliki modal paling sedikit Rp25 miliar.

Merujuk data BEI, rata-rata nilai MKBD Royal Investium pada Januari tercatat Rp 19,90 miliar. Nilai tersebut menurun dibandingkan posisi Desember 2022 yang tercatat Rp26,61 miliar.

Oleh karena itu, terhitung sejak sesi perdagangan efek pertama pada tanggal 17 Januari 2023, PT Royal Investium Sekuritas tidak diperbolehkan melakukan aktivitas perdagangan di Bursa sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Direktur Operasi Bisnis dan Pengawasan Kepatuhan BEI, Kristian S Manullang mengatakan, untuk saat ini sesuai aturan, bursa telah melakukan pemeriksaan ke Royal Investium Sekuritas.

“Ssuspend akan dicabut setelah MKBD Royal Investium memenuhi syarat,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/1).

Modal Kerja Bersih Disesuaikan adalah jumlah aktiva lancar perusahaan efek dikurangi seluruh kewajiban dan kewajiban posisi perusahaan efek, ditambah utang subordinasi, dan penyesuaian lainnya.

Peraturan OJK menyebutkan, pertama, penjamin emisi harus memiliki MKBD minimal Rp 25 miliar atau 6,25% dari total kewajiban tanpa utang subordinasi. Serta hutang dalam rangka penawaran umum atau penawaran umum terbatas dan tanggung jawab posisi, mana yang lebih tinggi.

Kedua, broker-dealer yang mengadministrasikan rekening efek nasabah harus memiliki MKBD minimal Rp 25 miliar atau 6,25% dari total kewajiban tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum atau penawaran umum terbatas.

Ketiga, Perantara Pedagang Efek yang tidak mengadministrasikan rekening efek nasabah harus memiliki MKBD paling sedikit Rp200 juta atau 6,25% dari total kewajiban tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum atau penawaran umum terbatas.

Selain itu, manajer investasi wajib memiliki MKBD minimal Rp 200 juta ditambah 0,1% dari total dana kelolaan.