liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
BSI Rights Issue Rp 5 Triliun, Kepemilikan Saham BRI Akan Terdilusi

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan melakukan penambahan modal dengan hak terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan 4,99 miliar saham baru seri B. Nilai tersebut setara dengan 10,84% dari nilai nominal saham yang ditempatkan dan disetor penuh. modal disetor Rp 500 per saham.

Asisten Deputi Jasa Keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan, penerbitan hak Bank Syariah Indonesia telah mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Dalam aksi korporasi ini, Bank Mandiri akan mempertahankan kepemilikannya.

“Bank Rakyat Indonesia dilikuidasi tapi masih dipertahankan di atas 15%, Bank Mandiri akan mempertahankan kepemilikannya,” ujarnya dalam jumpa pers di Gedung BUMN, Jakarta, Kamis (15/12).

Adapun kepemilikan saham pemerintah, lanjut Khoerur, tidak akan ada perubahan. Sedangkan Kementerian BUMN saat ini memiliki satu saham. Jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam rangka First Preemption I maksimal Rp 4,99 triliun.

Berdasarkan pemegang saham efektif BRIS sampai dengan 30 November 2022, tercatat tiga bank Himbara sebagai pemegang saham pengendali dengan rincian, Bank Mandiri menguasai 50,83% saham, Bank Negara Indonesia mengapit 24,85% saham. Sedangkan BRI memiliki 17,25% saham. Sisanya adalah pemegang saham lain sebesar 7,07%.

Rencananya, seluruh dana hasil HMETD akan digunakan perseroan untuk menyalurkan pembiayaan guna mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

“BSI merupakan bank (Syariah) terbesar di Indonesia, sehingga diharapkan semakin besar lagi. Dan diharapkan pada tahun 2025 sudah memiliki nasabah hingga 40 juta,” ujarnya.

Menurut prospektus BRIS, setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang harus dibayar lunas pada saat mengajukan perintah pelaksanaan HMETD. Apabila pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak pecahan saham dalam penambahan modal dengan memberikan HMETD harus dijual oleh perseroan dan hasil penjualan akan dikreditkan ke rekening perseroan.

HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama lima hari kerja sejak tanggal 19 Desember 2022 sampai dengan tanggal 23 Desember 2022. HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal berakhirnya jangka waktu tersebut tidak berlaku lagi. Saham baru hasil pelaksanaan HMETD tersebut memiliki hak yang sama dan sama dalam segala hal dengan saham seri B perseroan yang lama.

Berikut jadwal rights issue BSI:

13 Desember 2022 : Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum-Kanan) di pasar reguler dan pasar negosiasi
14 Desember 2022 : Tanggal dimulainya perdagangan saham tanpa HMETD atau Eks HMETD di pasar normal dan pasar negosiasi
15 Desember 2022 : Record Date & hari terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar tunai
16 Desember 2022 : Tanggal perdagangan saham tanpa hak terlebih dahulu atau ex-rights di pasar tunai dan pembagian HMETD
19 Desember 2022 : Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia
19 Desember 2022 : Tanggal dimulainya perdagangan, pembayaran dan pelaksanaan HMETD