liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dikabarkan Merger Dengan PegiPegi, Ini Tanggapan Traveloka

Startup Agen Perjalanan Online (OTA) Traveloka dikabarkan akan bergabung dengan PegiPegi. Namun pihak Traveloka belum mengkonfirmasi hal tersebut.

“Traveloka dan Pegipegi adalah dua entitas yang terpisah,” ujar sumber Traveloka kepada Katadata.co.id, baru-baru ini.

Traveloka menekankan bahwa perusahaan memiliki basis karyawan dan manajemen sendiri. Terkait hubungan kedua perusahaan di bidang pariwisata tersebut, Traveloka telah mengakuisisi PegiPegi pada tahun 2018 lalu.

Pada 5 Januari 2018, perusahaan teknologi asal Jepang, Recruit Holdings Co Ltd, diketahui telah melakukan divestasi tiga bisnis di bidang jasa perjalanan. Yakni Pegipegi di Indonesia, MyTour di Vietnam, dan TravelBook di Filipina hingga perusahaan special purpose vehicle (SPV) asal Singapura, Jet Tech Innovation Ventures Pte Ltd.

Adapun Jet Tech ternyata berafiliasi dengan Traveloka. Menurut laporan Recruit Holdings, Jet Tech membeli ketiga startup tersebut seharga US$66,8 juta.

Menariknya, Direktur Jet Tech yang ikut dalam transaksi tersebut adalah Hendrik Susanto. Hendrik menjabat sebagai Chief Strategy and Investment Officer Traveloka.

Rinciannya, Jet Tech membeli 580,85 juta saham TravelBook, 522.137 saham Pegipegi, dan 252,5 miliar saham MyTour.

“Total harga TravelBook, Pegipegi, dan MyTour US$ 66,8 juta,” katanya mengutip laporan tersebut.

Hendrik bergabung dengan Traveloka pada September 2017. Sebelumnya, ia bekerja di bisnis manajemen investasi selama lebih dari 20 tahun. Jabatan terakhirnya adalah CEO Ancora Capital Management.