liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Erick Targetkan Kontribusi Pelindo Capai Rp 21 Triliun di 2025

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem logistik Tanah Air. Erick juga menargetkan kontribusi Pelindo kepada negara pada 2025 mencapai Rp 21 triliun.

“Merger ini terbukti memudahkan koordinasi pengelolaan pelabuhan di seluruh Indonesia. Hasilnya, kontribusi kepada negara melalui dividen, PNBP, konsesi, dan pajak penghasilan juga meningkat signifikan,” kata Erick di Bogor, Kamis (19/1).

Dalam dua tahun terakhir setelah merger, lanjut Erick, konsesi Pelindo mencapai Rp 360 miliar pada 2021 dan meningkat menjadi Rp 473 miliar pada 2022. Sedangkan PNBP tercatat Rp 157 miliar pada 2021 dan Rp 173 miliar pada 2022.

Sedangkan Pph Pelindo pada 2022 mencapai Rp1,815 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,185 triliun. Sementara itu, dividen Pelindo akan mencapai Rp 1,317 triliun pada 2022, naik signifikan dibanding 2021 yang sebesar Rp 560 miliar.

“Kalau kita lihat, total kontribusi Pelindo kepada negara dari 2021 hingga 2022 mencapai Rp6,03 triliun. Angka ini per Oktober 2022, bisa lebih tinggi lagi kalau sudah difinalisasi. Target kita di 2025 Rp21 triliun,” ujarnya.

Erick mengatakan merger dengan Pelindo tidak hanya meningkatkan kekuatan operasional, keuangan dan sumber daya manusia, tetapi juga mampu meningkatkan sinergi antarpelabuhan, mengintegrasikan jaringan pelayaran dan meningkatkan konektivitas wilayah pedalaman yang meningkatkan efisiensi rantai dan menekan biaya logistik.

Selain itu, optimalisasi jaringan hub dan perbincangan melalui kerjasama dengan perusahaan pelayaran dan mitra bisnis akan meminimalisir gap dan ketimpangan kargo khususnya di wilayah timur Indonesia serta menekan biaya logistik.

“Pelindo memiliki 31 inisiatif strategis yang akan dilaksanakan mulai tahun 2021 hingga 2025. Targetnya mampu menciptakan nilai tambah Rp5,8 triliun,” lanjut Erick.

Sejak awal, Erick menekankan empat pilar strategis yang perlu dicapai Pelindo, yakni transformasi pelabuhan kelas dunia, penguatan ekosistem logistik, efisiensi rantai pasokan maritim, dan peningkatan nilai perusahaan. Tentu, kata Erick, Pelindo harus bekerja sama dengan pihak lain dalam mengembangkan industri di sekitar pelabuhan.

“Contoh yang berhasil diimplementasikan Pelindo adalah terminal Kijing untuk mendukung peningkatan potensi daerah dan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal di Kalbar. Hal ini akan meningkatkan pemerataan pembangunan dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Erick juga meminta Pelindo terus meningkatkan kerja sama pengembangan dan integrasi kawasan industri dan pelabuhan melalui kerja sama penyediaan moda transportasi terintegrasi termasuk dengan BUMN. Hal itu sudah dilakukan sebelumnya dengan bekerja sama dengan KAI dan PTPN III untuk mengoptimalkan Fasilitas Terminal Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei, dan angkutan barang dengan kereta api.

Dia juga mendorong Pelindo untuk fokus pada ekspansi bisnis dan membangun kemitraan strategis dalam pengembangan pelabuhan, peningkatan konektivitas laut, dan pengembangan konektivitas ekosistem logistik darat.

“Hal ini akan membuka lebih banyak peluang pasar ekspor Indonesia dan meningkatkan pangsa pasar peti kemas serta mampu bersaing dalam skala global,” ujarnya.