liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Erick Thohir Dapat Restu Jokowi Bubarkan BUMN PT PANN

Presiden Joko Widodo memberikan restu kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membubarkan salah satu BUMN, PT Pembangunan Armada Niaga Nasional (PT PANN). PT PANN masuk dalam daftar perusahaan negara yang akan dilikuidasi oleh pemerintah karena masalah keuangan.

Pembubaran PT PANN mengacu pada terbitnya Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2022 yang ditandatangani Kepala Negara pada 23 Desember 2022.

“Peraturan tentang pembubaran PT Perusahaan Pembangunan Nasional Armada oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Menteri Keuangan sesuai dengan kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan undang-undang,” tulis Keppres No. 25 Tahun 2022, dikutip Senin (26/12).

Keputusan tersebut mengacu pada pasal 79 Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengelolaan, Pengawasan, dan Pembubaran BUMN. Keputusan tersebut merupakan rancangan peraturan pemerintah tentang likuidasi PT PANN.

Catatan Katadata, PT PANN pernah masuk dalam daftar penerima penyertaan modal negara (PMN) dengan nilai jumbo. Perusahaan akan menerima PMN non tunai senilai Rp3,8 triliun.

Menteri BUMN, Erick Thohir bahkan menyoroti keberadaan anak perusahaan PT PANN yang disebutnya hanya “menggemukkan diri” dan dipenuhi kroni-kroni, bahkan pensiunan sehingga tidak menciptakan lapangan kerja.

PT PANN mengalami tekanan keuangan sejak lama. Perusahaan membukukan kerugian setengah triliun pada 2015 dan 2016. Kerugian berlanjut pada 2017 meski dengan jumlah yang jauh berkurang, dan membalikkan laba tahun lalu meski tipis di Rp 2,35 miliar. Bahkan, perseroan mengalami ekuitas negatif sebesar Rp 3,55 triliun pada akhir 2018.

Seiring perusahaan mengalami tekanan finansial, OJK pun membekukan bisnis anak usaha penerus PT PANN, PT PANN Maritime Financing pada Februari 2018.

Suspensi terjadi karena perseroan melanggar ketentuan rasio soliditas, yaitu rasio ekuitas dan rasio gearing sesuai Peraturan OJK 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Namun, perseroan tidak menyampaikan rencana pemenuhan ketentuan tersebut kepada OJK hingga batas waktu yang ditentukan.

Erick Tohir sebelumnya menyatakan ingin melanjutkan pemangkasan agar BUMN memiliki situasi keuangan dan operasional yang kuat dan kuat, sehingga mampu bersaing secara global meski jumlahnya kecil.

“Kita dorong menjadi 30 BUMN, tapi bukan sekarang harus dilanjutkan, dari 2024 ditambah 10 tahun lagi. Kita ingin 30 (BUMN) itu sehat dan menjadi ajang bersaing,” kata Erick, Jumat (22/4). ) .