liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Erick Thohir: Rights Issue Jadi Strategi BUMN Tak Bergantung ke Utang

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, aksi korporasi berupa Hak Terisolasi (HMETD) atau rights issue dapat menghindarkan modal BUMN dari ketergantungan utang. Strategi ini dinilai mampu mendorong potensi ekspansi bisnis BUMN ke depan.

Secara umum, Erick telah mengurangi beban utang BUMN dari 38% menjadi 34%, sehingga rata-rata BUMN kini memiliki postur keuangan 60% dari modal, dan sisanya dari utang.

“Kami telah membuktikan bagaimana laba BUMN meningkat dari Rp 124,7 triliun tahun lalu menjadi Rp 155 triliun, meski baru sembilan bulan pertama 2022. Kontribusi kami melalui dividen juga meningkat selama Covid-19, Rp 68 triliun. lebih tinggi, menjadi Rp 1.198 triliun. dibanding tiga tahun sebelumnya, Rp 1.130 triliun,” kata Erick dalam keterangan resminya yang diterima, Kamis (29/12).

Erick menegaskan, pihaknya tidak sembarangan memberikan lampu hijau kepada BUMN yang ingin melakukan rights issue. Erick mengatakan penambahan modal tersebut ditujukan bagi BUMN yang memiliki industri yang memiliki prospek dan potensi yang baik di masa mendatang.

“Meningkatkan usaha berarti modal harus kuat, usaha dan masa depan harus bagus. Jangan hanya menambah modal, tapi menenggelamkan industri. Perkuat permodalan karena ada investasi baru yang sangat menjanjikan dan bukan sekedar proyek,” ujar Erick.

Keberhasilan rights issue korporasi tercermin dari keputusan HMETD yang dilaksanakan oleh dua BUMN yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG.

Sebagai informasi, rights issue BSI telah mengalami oversubscribed sebanyak 1,4 kali.

Selama rights issue, jumlah saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 4.999.952.795 saham baru Seri B atau 10,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Harga rights issue adalah Rp 1.000 untuk setiap saham. Sehingga besaran dana yang akan diterima perseroan dalam rangka PMHMETD I maksimal Rp 5 triliun.

Sedangkan SIG berhasil melakukan rights issue dengan total order mencapai 96,9% dari seluruh transaksi.

Sekretaris Perusahaan SIG Vita Mahreyni mengatakan penyerapan rights issue untuk saham publik mencapai 93,68% hingga periode transaksi terakhir.

“Keberhasilan rights issue ini menjadi motivasi SIG untuk terus tumbuh di tengah kondisi persaingan industri semen. SIG akan selalu berusaha mencatatkan kinerja positif sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tutup Vita.