liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Erick Thohir: Rights Issue Jadi Strategi BUMN Tak Bergantung ke Utang

Paket langkah-langkah strategis untuk memenuhi kewajiban perjanjian damai PT Garuda Indonesia Tbk telah terpenuhi sepenuhnya. Oleh karena itu, Garuda siap melaksanakan Perjanjian Damai tersebut efektif mulai 1 Januari 2023.

Paket persyaratan homologasi perjanjian damai Garuda meliputi penerbitan obligasi baru dan obligasi berbasis syariah atau Sukuk pada 28 dan 29 Desember 2022.

Sebelumnya, langkah strategis yang juga dilakukan adalah realisasi Dana Penyertaan Modal Nasional (PMN) senilai Rp7,5 triliun. Kemudian, penerbitan saham baru atau Right Issue dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), kemudian Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, capaian langkah strategis ini merupakan bagian dari reorganisasi terbesar dan terkompleks dalam sejarah perusahaan Indonesia.

“Seluruh rangkaian pemenuhan kewajiban homologasi telah selesai. Setelah rights issue selesai, termasuk sebagian konversi utang menjadi ekuitas, dan ditutup dengan penerbitan sukuk baru untuk menggantikan Sukuk lama yang direstrukturisasi. Semoga Garuda terbang tinggi kembali, kali ini dengan keberlanjutan dan keuntungan,” kata Erick, dalam keterangan resmi, Sabtu (31/12).

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia Tbk resmi menyelesaikan proses restrukturisasi yang digencarkan sejak akhir tahun 2021.

Penerbitan Surat Utang Baru dan Sukuk merupakan rangkaian aksi korporasi terakhir yang mencapai tanggal efektif berdasarkan kesepakatan penyelesaian yang telah dihomologasi oleh Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juni 2022.

Efektifnya seluruh ketentuan perjanjian perdamaian ini melengkapi implementasi berbagai langkah dasar lainnya yang telah dicapai Garuda melalui proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perseroan telah melalui beberapa tahapan strategis dalam menuntaskan proses restrukturisasi.

Mulai dari diperolehnya keputusan homologasi perjanjian perdamaian oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, termasuk langkah optimalisasi renegosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi utang jangka panjang, dan instrumen kewajiban bisnis lainnya.

Selain itu, Garuda juga resmi menerima dana Penanaman Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun sebagai dukungan langkah peningkatan kinerja Garuda sebagai maskapai nasional.

PMN terkait aksi Right Issue dengan memberikan HMETD sebanyak 39.788.136.675 saham atau senilai Rp 7,79 triliun. Termasuk mewujudkan PMN dan partisipasi pemegang saham lainnya.

Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan PMTHMETD dimana Garuda membagikan saham dalam rangka konversi utang sebanyak 25.806.070.908 saham atau senilai Rp5,05 triliun, termasuk realisasi Mandatory Convertible Bonds.

Dengan rangkaian pembagian saham baru tersebut, Garuda kini memiliki komposisi kepemilikan saham yang terdiri dari kepemilikan pemerintah sebesar 64,54%, Trans Airways 7,99%, saham publik 4,83%, dan saham kreditur 22,63%.

Melengkapi penyelesaian tahap penerbitan saham baru, Garuda juga telah menerbitkan Sukuk Baru sebagai bagian dari tindak lanjut restrukturisasi Sukuk Global Garuda senilai US$ 500 juta yang telah direstrukturisasi menjadi sukuk baru dengan nilai pokok US$ 78,01 juta dengan jangka waktu sembilan bulan. tahun sejak diterbitkan.

Jumlah pembagian berkala adalah 6,5% tunai atau untuk dua tahun pertama atas pilihan Wali Amanat, 7,25% yang harus dibayar dalam bentuk natura atau in natura (PIK)

Garuda juga telah menerbitkan Instrumen Utang Baru sebagai bagian dari skema restrukturisasi untuk kreditur yang diklasifikasikan sebagai lessor, kreditur sewa pembiayaan, produsen pesawat, vendor MRO.

Hal ini juga ditujukan kepada kreditur utang dagang luar negeri yang berhak menerima surat utang baru sesuai dengan rencana penyelesaian dengan jumlah pokok awal sebesar US$ 624,21 juta. Obligasi baru diterbitkan dengan jangka waktu sembilan tahun sejak diterbitkan.

Sejalan dengan berbagai langkah strategis restrukturisasi, Garuda juga membukukan pertumbuhan kinerja yang positif. Hal itu terlihat dari pertumbuhan penumpang rombongan hingga kuartal III 2022 yang sebesar 37,05% menjadi 10.498.823 penumpang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Irfan memperkirakan trafik penumpang juga akan terus meningkat hingga 30% hingga akhir tahun ini jika dibandingkan dengan periode November 2022. Hal itu tercermin dari kinerja keuangan Garuda sejak pertengahan 2022 yang secara konsisten terus membukukan kinerja positif. .

Tak hanya itu, dari optimalisasi ketersediaan alat produksi, hingga akhir tahun ini Garuda bisa mengoperasikan sekitar 53 armada. Sedangkan pada 2023, Garuda menargetkan bisa mengoperasikan sedikitnya 66 armada selain enam armada.

“Dengan tinjauan kinerja yang terus menunjukkan pertumbuhan positif, serta progres positif yang dicapai dalam penguatan landasan hukum untuk berbagai tahapan restrukturisasi ini, kami optimis tahun 2023 akan menjadi momentum untuk bertransformasi menjadi lebih agile, adaptif dan entitas yang kompetitif, dan sudah tentu tetap mengutamakan fokus pada perolehan kinerja bisnis,” ujar Irfan.