liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Gelar RUPST 15 Juni, Dividen Bukit Asam Diprediksi Ada di Rentang Ini

Penerbit pertambangan batu bara milik negara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 15 Juni 2023. Analis memperkirakan RUPST ini akan memutuskan pembayaran dividen jumbo seperti tahun-tahun sebelumnya.

Analis saham dan Direktur Avere Investama Teguh Hidayat dalam risetnya menyebutkan, PTBA berpeluang mengumumkan dividen Rp 800-1.100 per saham pada RUPST. Nilai tersebut setara dengan rasio pembayaran dividen di kisaran 73% hingga di atas 100%.

Prediksi didasarkan pada lima faktor berikut. Yaitu riwayat pembayaran dividen perusahaan di masa lalu, keuntungan perusahaan pada tahun buku yang bersangkutan, jumlah arus kas operasi bersih, jumlah kas yang dimiliki perusahaan. Selain itu, uang tunai dibutuhkan baik untuk ekspansi bisnis atau melunasi hutang.

“Secara historis, PTBA selama ini membagikan dividen sekitar 70-80% dari labanya, dan tahun lalu dividennya 100% dari laba. Jadi kemungkinan tahun ini dividennya juga 100% untung, yaitu Rp 1.094 per saham untuk tahun buku 2022,” tulisnya mengutip Senin (12/6).

Kembali ke arus kas, menurut Teguh, PTBA mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 12,5 triliun atau hampir sama dengan laba bersihnya.

“Laporan arus kas ini penting untuk ditinjau karena laba bersih perusahaan mungkin tidak sepenuhnya tunai, sedangkan untuk membayar dividen, perusahaan perlu menggunakan uang tunai,” tulisnya.

Sedangkan posisi kas PTBA mencapai Rp 16 triliun atau setara Rp 1.388 per saham. Dengan posisi tersebut, PTBA memiliki kas lebih dari cukup untuk membayar dividen Rp 1.000 per saham.

Potensi dividen jumbo juga sudah diantisipasi investor seperti terlihat dari kenaikan saham PTBA sebesar 8,3% pekan lalu menjadi Rp 3.510.

Selain itu, anak usaha MIND.ID ini membukukan rekor laba bersih dalam kinerja keuangan di tahun 2022. Laba bersih yang diraih mencapai Rp12,6 triliun, meningkat 59% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,9 triliun. Selama dua tahun berturut-turut, anak usaha MIND.ID, holding BUMN pertambangan, membukukan laba bersih.

Pencapaian laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan seiring dengan tingginya harga batu bara. Pendapatan meningkat 46% dari Rp29,3 triliun di tahun 2021 menjadi Rp42,6 triliun. Dari sisi laba sebelum bunga, depresiasi & amortisasi pajak juga meningkat 52,6% secara tahunan menjadi Rp 17,7 triliun.

Berdasarkan catatan, PTBA tak pernah ketinggalan membayarkan dividen. Rekor dividen tertinggi terjadi untuk kinerja keuangan pada 2021. Dividen payout ratio hampir 100% atau Rp7,9 triliun dengan dividen per saham Rp688,5. Sedangkan dividen terendah dibagikan pada kinerja keuangan tahun 2020.

Jika mengecualikan kinerja keuangan 2020 yang terkena pandemi, dalam 5 tahun terakhir rasio pembayaran dividen reguler adalah 75% dari laba bersih. Ini sekaligus DPR terendah dalam 5 tahun terakhir. Jadi range dalam 5 tahun terakhir adalah 75%-100%.

Sedangkan jika asumsi dividend payout ratio 75% digunakan untuk kinerja keuangan tahun 2022, maka dividen yang dibagikan mencapai Rp9,4 triliun atau setara dengan dividen per saham Rp818. Dengan harga saham PTBA saat ini sekitar Rp3.300. , hasil dividen setara dengan 24,8%. Ini merupakan dividend yield yang relatif besar di Bursa Efek Indonesia, bahkan untuk High Dividend Index 20.

Meski begitu, total dividen PTBA adalah domain pemegang saham, dalam hal ini MIND ID dan Kementerian BUMN.

“Kami serahkan pada pemegang saham, tentu yang jelas kami untung. Jadi, keputusan akan diambil oleh pemegang saham,” kata Arsal Ismail dalam rapat dengar pendapat bersama DPR beberapa waktu lalu.