liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
master38
IHSG Ditutup Rebound 0,89% ke Level 6.819 Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,89% ke 6.819, pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (16/12). IHSG berhasil bangkit kembali setelah dua hari perdagangan berakhir di zona merah.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini tercatat Rp 15,42 triliun dengan volume 19,01 miliar saham dan frekuensi 927.444 kali.

Tercatat 297 saham terkoreksi, 219 saham naik, dan 178 saham tidak bergerak. Sementara kapitalisasi pasar IHSG hari ini juga tergerus menjadi Rp9.361,86 triliun.

Beberapa saham yang aktif diperdagangkan pelaku pasar adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 2,2 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,7 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,1 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk ( TLKM) ) Rp 783,2 miliar.

Performa IHSG tersebut berbanding terbalik dengan kurs pasar saham di Asia yang sebagian besar berada di zona merah saat ini. Sementara itu, Nikkei 225 turun 1,87%, Shanghai Composite turun 0,02%, dan Straits Times turun 0,96%. Sedangkan Hang Seng naik 0,42%.

Surya Fajar Sekuritas mengatakan, tekanan global yang ditandai dengan penurunan tajam bursa Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan kembali menekan saham-saham kapitalisasi besar. Tekanan global muncul setelah kekhawatiran resesi yang ditandai dengan penurunan tajam penjualan ritel di AS.

“Namun, semakin cepat ekonomi AS melambat, semakin cepat Bank Sentral AS berhenti menaikkan suku bunga acuannya,” tulis SF Sekuritas, Jumat (16/12).

Selain itu, investor diimbau untuk bersiap menghadapi akumulasi sektor komoditas terkait perekonomian China seiring dengan potensi pembukaan kembali perekonomian.

Mayoritas sektor perdagangan bursa Indonesia juga berada di zona hijau. Dipimpin oleh sektor industri dasar yang meningkat menjadi 1,53%. Untuk saham di sektor industri dasar yang naik misalnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,39% atau 85 poin menjadi Rp 2.020 per saham.

Selanjutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 1,37% atau 100 poin menjadi Rp 7.375 per saham. Terakhir, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 1,02% atau 100 poin menjadi Rp 9.950 per saham.

Sektor saham yang masuk zona hijau yaitu sektor industri energi meningkat 0,88%, sektor keuangan meningkat 0,92%, dan sektor kesehatan meningkat 0,69%. Sedangkan sektor non primer naik 0,29% dan sektor infrastruktur naik 0,05%. Sedangkan sektor industri turun 0,02%, sektor teknologi turun 0,06%, sektor real estate turun 0,54%, sektor primer turun 0,96%, dan sektor transportasi turun 0,50%.

Berikut adalah sektor-sektor yang termasuk yang paling menguntungkan saat ini:
1. PT Aneka Tambang Tbk
2. PT Unilever Indonesia Tbk
3. PT Bank Negara Indonesia Tbk
4. PT Kalbe Farma Tbk
5. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk

Sektor yang termasuk dalam daftar pecundang terburuk:
1. PT Avia Avian Tbk
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk
3. PT Ace Hardware Indonesia Tbk
4. PT Energi Mega Persada Tbk
5. PT Bumi Resources Tbk