liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Saham-saham Ini Diyakini Tahan Banting Hadapi Resesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan sesi perdagangan pertama hari ini, Jumat (16/12). JHSG mencatat penurunan 6 poin atau 0,09% ke 6.745.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi bursa mencapai Rp 5,42 triliun dengan volume 10,54 miliar dan frekuensi 561 juta kali. Ada 293 saham terkoreksi, 192 saham zona hijau dan 192 saham tidak bergerak.

IHSG dan bursa regional Asia mengalami penurunan akhir pekan ini. Di mana, pasar tertekan oleh kekhawatiran resesi global menjadi kenyataan. Hal tersebut, menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas sore tadi, terjadi sejalan dengan reaksi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga acuan bank sentral Inggris, Eropa, dan AS.

Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) juga menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin. BoE menyebut kenaikan itu dilakukan untuk menekan laju inflasi, hal senada juga disampaikan petinggi ECB.

Hal ini mendorong pasar untuk melihat bahwa bank sentral dunia akan mengambil langkah kebijakan moneter serupa dengan menaikkan suku bunga mereka untuk meredam inflasi. Tentu saja, ini merupakan sinyal bahwa bank sentral masih berpotensi untuk terus menaikkan suku bunga guna meredam inflasi. Dengan kenaikan suku bunga, tentunya hal ini akan menyebabkan penurunan daya beli, yang semakin membatasi pertumbuhan ekonomi suatu negara di zona resesi.

Pakar Keuangan Magic Securities Ratih Mustikoningsih mengatakan, IHSG memiliki sentimen dari neraca perdagangan Indonesia yang surplus pada periode November 2022 sebesar US$ 5,16 miliar. Kenaikan ini melanjutkan surplus beruntun 31 bulan sejak 31 Mei 2020, meski lebih rendah dari bulan sebelumnya US$ 5,67 miliar.

Kinerja ekspor tercatat US$ 24,12 miliar dan kinerja impor US$ 18,96 miliar. Surplus perdagangan tersebut didorong oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$ 6,83 miliar. Sementara itu, nilai ekspor industri pengolahan Indonesia tercatat meningkat 2,57% menjadi US$ 16,68 miliar.

Mayoritas bursa regional juga berada di zona merah. Nikkei 225 turun 1,82%, Shanghai Composite turun 0,25%, dan Straits Times turun 0,64%. Sementara itu, Hang Seng naik 0,09%.

Jika dilihat dari bursa saham Indonesia mayoritas berada di zona merah. Dipimpin oleh sektor teknologi yang turun sebesar 1,01%. Saham-saham seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,09% atau 3 poin menjadi Rp 94%.

Selanjutnya, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 2,14% atau 6 poin menjadi Rp 274 per saham. Terakhir, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) yang turun 2,73% atau 15 poin menjadi Rp 535 per saham.

Sedangkan sektor pengangkutan turun 0,36%, sektor industri turun 0,45%, sektor energi turun 0,27%, sektor primer turun 0,69%, sektor real estate turun 0,64%, sektor energi dasar turun 0,36% dan sektor keuangan turun. 0,10. %.

Sektor saham lainnya berada di zona hijau. Seperti sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 0,51%, sektor kesehatan meningkat sebesar 0,07%, dan sektor non inti meningkat sebesar 0,14%.