Investor institusi besar dari Timur Tengah dan Otoritas Investasi Indonesia (INA) disebut akan berpartisipasi dalam penawaran umum perdana (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana yang mewakili penjamin emisi mengatakan investor asing sangat tertarik dengan IPO PGE dan siap menyerap saham dalam jumlah besar.
“Ada investor eksternal, salah satunya (Timur Tengah/Timur Tengah) yang dibawa oleh Indonesian Investment Board (INA). INA juga ikut,” ujarnya saat ditemui wartawan di Mandiri Investment Forum, Rabu (1/2). . ).
Namun, Oki menolak menyebutkan besaran investasi yang akan dilakukan investor asing dan INA di Pertamina Geothermal. Menurutnya, tingginya minat investor asing terhadap IPO BUMN atau BUMN tersebut membuktikan bahwa pasar saham Indonesia menarik. “Situasi Indonesia lebih baik dari pasar negara berkembang lainnya,” ujarnya.
Berdasarkan prospektus, Pertamina Geothermal menargetkan dana IPO maksimal Rp 9,78 triliun dengan melepas 25% sahamnya ke publik. Harga penawaran perdana ditetapkan pada kisaran Rp 820 hingga Rp 945 per saham.
Perseroan akan menggunakan sekitar 85% dana hasil IPO untuk pengembangan usaha. Rinciannya, sekitar 55% akan digunakan untuk belanja modal (capex) atau investasi pengembangan penambahan kapasitas dari wilayah kerja panas bumi atau WKP operasional perseroan saat ini.
Hal ini dilakukan melalui pengembangan konvensional dan penggunaan teknologi co-generation untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan perusahaan.
Kemudian, sekitar 33% akan digunakan untuk belanja modal atau penambahan investasi pengembangan kapasitas dari WKP Perseroan yang sudah beroperasi saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan penggunaan teknologi co-generation untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.
12% digunakan perusahaan untuk belanja modal atau investasi dalam pengembangan kapabilitas digital, analisis dan manajemen reservoir untuk mendukung produksi, operasi dan pemeliharaan rutin.
Selanjutnya, 15% atau maksimal hingga US$ 100 juta yang diperoleh dari IPO akan digunakan perseroan untuk membayar sebagian fasilitas kredit sindikasi tersebut.
Berikut jadwal tentatif IPO PGE:
Periode Penawaran Awal : 1 – 9 Februari 2023 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 22 Februari 2023 Perkiraan Tanggal Efektif : 16 Februari 2023 Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Elektronik : 23 Februari 2023 Perkiraan Periode Penawaran Umum Perdana : 20 – 22 Februari Perkiraan Tanggal Pencatatan Efek di Bursa Efek Indonesia: 24 Februari 2023