liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Jelang Nataru, Analis Prediksi IHSG Akan Menguat

Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat. Analis mengatakan sentimen musiman seperti etalase dan liburan Natal Tahun Baru akan mendorong kenaikan.

“IHSG diperkirakan berpotensi menguat terutama sejak 2 minggu terakhir menjelang akhir tahun. Saham-saham bluechip dengan kapitalisasi pasar yang besar dapat membantu mendukung penguatan IHSG selama dua minggu terakhir,” kata Research & Consulting PT Infovesta Utama Nicodimus Anggi kepada Katadata.co.id, Rabu (21/12).

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG berakhir di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,77% ke 6.820. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini tercatat Rp 9,60 triliun dengan volume 17,82 miliar saham dan frekuensi 940,107 juta kali.

Sementara itu, Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, selama 10 tahun terakhir, JHSG selalu ditutup tinggi pada Desember. Sehingga pelemahan indeks saat ini bisa dijadikan peluang terutama bagi saham-saham bluechip dengan kapitalisasi pasar besar seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). .

“Dari segi sentimen, sekarang beragam. Fokus pasar adalah memperhatikan perkembangan inflasi dan suku bunga bank sentral, khususnya di AS, yang mempengaruhi nilai tukar rupiah dan aliran dana asing. Sedangkan dari dalam negeri sendiri, sentimen cenderung positif ketika mobilitas dan konsumsi masyarakat meningkat jelang tahun baru,” ujar Jono.

Sementara untuk menyambut Natal, para analis menyarankan pelaku pasar modal untuk mencermati sektor saham mayor dan non mayor.

Bisa untuk sektor konsumen primer dan non primer yang biasanya diuntungkan dengan libur Natal dan Tahun Baru, lanjut Nico.

Saham-saham konsumen yang direkomendasikan adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target resistance 1.525 dan support 1.365 serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan target resistance 7.150 dan support 6.800.

Sebagai informasi, support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu waktu. Saat menyentuh support, harga biasanya akan kembali naik karena pembelian yang meningkat.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dianggap sebagai titik tertinggi. Setelah stok mencapai level ini, biasanya akan terjadi aksi jual besar-besaran yang menghentikan laju kenaikan.

Sektor saham lain yang bisa menjadi perhatian investor, tambahnya, adalah sektor perbankan. Seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target resistance di 8.800 dan perhatikan support di 8.225.