liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kisah Garuda: Terancam Delisting, Kini Sahamnya Kembali Terbang di BEI

Saham emiten maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Selasa (3/1) ini. Dasar pencabutan skorsing ini mengacu pada surat keputusan BEI yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan II Vera Florida dan Kepala Divisi Regulasi dan Operasional Perdagangan.

Perdagangan kembali saham berkode GIAA ini sejalan dengan pemenuhan seluruh syarat perjanjian perdamaian oleh perseroan. Lantas bagaimana kisah saham Garuda yang dikunci oleh otoritas bursa?

Perdagangan saham Garuda Indonesia dihentikan sementara oleh BEI sejak 18 Juni 2021 karena perseroan dan kreditur belum mencapai kesepakatan tentang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Menurut catatan Katadata.co.id, saham perusahaan pelat merah ini juga terancam delisting jika tidak aktif selama 24 bulan atau lewat dari batas waktu 18 Juni 2023. Namun, hal itu tak jadi karena restrukturisasi. proses yang telah dilakukan Garuda.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, bursa dapat mempertimbangkan pencabutan suspensi saham Garuda jika perjanjian perdamaian memiliki kekuatan hukum tetap.

Yang dimaksud adalah sudah ada putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Selain itu, lanjutnya, Garuda harus memenuhi semua kewajiban yang mengakibatkan pembekuan surat berharga, termasuk melakukan pengungkapan publik secara insidental.

Restrukturisasi Intensif Menyeluruh Mulai 2021

Dalam perjalanannya, di penghujung tahun 2022, Garuda resmi menyelesaikan seluruh proses restrukturisasi yang sebelumnya telah digencarkan sejak akhir tahun 2021. Penerbitan obligasi dan sukuk baru merupakan rangkaian aksi korporasi strategis terakhir yang dilakukan Garuda untuk mencapai target tanggal efektif berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah disahkan oleh Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juni 2022.

Efektifnya seluruh ketentuan perjanjian perdamaian ini melengkapi implementasi berbagai langkah dasar lainnya yang telah dicapai Garuda melalui proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Selain itu, maskapai pelat merah tersebut juga resmi mendapatkan dana Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun sebagai dukungan langkah peningkatan kinerja Garuda sebagai maskapai nasional.

Kemudian langkah rights issue dengan memberikan HMETD sebanyak 39,78 miliar saham dengan nilai Rp 7,79 triliun. Kemudian dilanjutkan dengan PMTHMETD dimana Garuda telah membagikan saham dalam rangka konversi utang sebanyak 25,80 saham senilai Rp5,05 triliun. Angka tersebut sudah termasuk realisasi obligasi wajib konversi.

Penerbitan Sukuk Baru

Garuda juga telah menerbitkan Sukuk Baru sebagai bagian dari restrukturisasi Sukuk Global Garuda senilai US$ 500 juta yang telah direstrukturisasi menjadi sukuk baru dengan nilai pokok US$ 78,01 juta dengan jangka waktu sembilan tahun sejak penerbitan.

Sedangkan total penyaluran berkala adalah 6,5% dalam bentuk tunai atau untuk dua tahun pertama atas pilihan Wali Amanat, 7,25% yang harus dibayar dengan natura atau dapat dibayar dengan natura (PIK).

GARUDA INDONESIA AIRLINE (Katadata/ Wahyu Dwi Jayyanto)

Selain itu, Garuda juga telah menerbitkan Surat Utang Baru sebagai bagian dari skema restrukturisasi. Ini untuk kreditur diklasifikasikan sebagai lessor, kreditur sewa pembiayaan, produsen pesawat, vendor MRO dan kreditur perdagangan luar negeri.

Para pihak berhak menerima surat utang baru sesuai dengan rencana penyelesaian dengan jumlah pokok awal sebesar US$ 624,21 juta. Obligasi baru diterbitkan dengan jangka waktu sembilan tahun sejak diterbitkan.

Garuda Akan Tumbuh Setelah Penangguhan Dicabut

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Sepiaputra mengatakan dibukanya suspensi saham Garuda merupakan prospek positif langkah perseroan untuk terus mengakselerasi penguatan basis kinerja perseroan. Irfan optimis perseroan dapat memaksimalkan momentum peningkatan kinerja bisnis yang akan terus diperkuat.

“Penguatan dilakukan melalui peluang pertumbuhan penumpang potensial. Apalagi dengan pencabutan status PPKM yang diumumkan pemerintah pada akhir tahun lalu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/1).

Sejalan dengan pencabutan suspensi saham ini, perseroan memproyeksikan akan memaksimalkan beberapa kajian rencana strategis perseroan. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas alat produksi perusahaan. Sementara itu, Garuda menargetkan bisa mengoperasikan 66 armada selain enam armadanya.

Selain itu, perusahaan juga akan terus memaksimalkan strategi pengembangan jaringan strategis berbasis hub. Hal itu dilakukan dengan memperkuat konektivitas penerbangan ke destinasi penerbangan dengan permintaan penumpang yang tinggi dari beberapa hub penerbangan strategis di Indonesia.