liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Intiland (DILD) Bantah Terseret Konflik Perumahan Elit di Pluit

Pengembang real estate milik penerbit, PT Intiland Development Tbk (DILD) menjadi perbincangan hangat. Perusahaan milik Lo Kheng Hong, sebagai pemegang saham terbesar ke-5 terseret kasus perampasan tanah Apartemen Mutiara Beach, Pluit, Jakarta Utara.

Intiland Development adalah pengembang real estate di Indonesia yang fokus pada pengembangan, pengelolaan dan investasi real estate. Portofolio perusahaan mencakup pengembangan kota mandiri & perkebunan mewah, serta pengembangan campuran & bertingkat tinggi. Selain itu, hotel dan kawasan industri juga terdapat di Jabodetabek, Surabaya dan beberapa kota lainnya.

Perusahaan ini didirikan oleh Hendro Santoso Gondokusumo pada tahun 1983 dengan nama PT Wisma Dharmala Sakti. Sebelum mendirikan perusahaan ini, pada tahun 1970-an, Hendro Gondokusumo telah mengembangkan Perumahan Taman Cilandak di Jakarta Selatan dan Kota Satelit Darmo di Surabaya. Proyek pertama perseroan adalah pengembangan Taman Harapan Indah Residence di Jakarta.

Pada Januari 1986, perusahaan menyelesaikan pembangunan Menara Intiland di Jakarta. Pada Januari 1989, perusahaan mulai mengembangkan kompleks perumahan pertama di Asia Tenggara yang dibangun di atas tanah reklamasi, Kompleks Perumahan Pantai Mutiara di Pluit, Jakarta Utara.

Perseroan juga mulai mengembangkan Kompleks Perumahan Taman Semanan Indah di Jakarta. Pada Januari 1990, perusahaan mulai mengembangkan Ngoro Industrial Park di Mojokerto.

Selanjutnya, pada Juni 1991, perusahaan berganti nama menjadi PT Dharmala Intiland. Kemudian, 16 tahun kemudian, mereka melakukan restrukturisasi dan berubah menjadi PT Intiland Development Tbk.

Saham Intiland tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah CGS-CIMB Securities Pte Ltd dengan persentase 15,02% saham. Diikuti oleh CGS-CIMB Sekuritas Indonesia 13,49%, PT Bina Yatra Sentosa 11,79%, Bali Private Villa Pte Ltd 7,48%, dan Lo Kheng Hong 6,28%.

Kembali ke proyek, pada Januari 1998, Intiland juga menyelesaikan pembangunan Kondominium Kintamani, salah satu dari sedikit proyek yang berhasil diserahkan kepada pembelinya selama krisis keuangan Asia 1997 di Indonesia.

Perseroan juga berhasil mengimplementasikan beberapa proyek yang menantang. Sebut saja Pantai Mutiara yang memiliki luas 100 hektare (ha) di pinggir laut di Jakarta Utara dan Regatta ‘The Icon’ yang merupakan kondominium mewah terkemuka yang dirancang oleh Tom Wright, yang bertanggung jawab atas The Burj Al Arab di Dubai. . Sementara di Surabaya, Graha Family Municipality secara bertahap membentang seluas 280 ha

Kemudian Park Residences di Jakarta Selatan dan Graha Natura di Surabaya dengan luas 80 ha. Di dunia perhotelan, Intiland telah memulai bisnis jaringan hotel, dengan Whiz Hotels sudah ada di Yogyakarta, Semarang dan Bali.

Pada Oktober 2011, perseroan mulai mengembangkan Perumahan Serenia Hills di Jakarta Selatan dan Aeropolis di dekat Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sebulan kemudian, perseroan meluncurkan kawasan bisnis terintegrasi South Quarter di Jakarta Selatan, yang merupakan kompleks bisnis terintegrasi seluas 7,1 ha yang berlokasi di kawasan bisnis TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Kemudian pada Januari 2016, Intiland meluncurkan hunian vertikal The Rosebay di Surabaya. Lalu empat bulan kemudian, perusahaan membuka South Quarter DOME di Jakarta. September 2016, Intiland juga mulai mengembangkan Graha Natura tahap II di Surabaya.

Bersama GIC dari Singapura, perseroan mulai mengembangkan South Quarter tahap II pada Maret 2017 dan mulai mengembangkan Fifty Seven Promenade pada Agustus 2017. Pada Januari 2018, melalui kerja sama dengan pengembang lokal, Intiland meletakkan batu pertama pembangunan perumahan rakyat di Pacitan .

Pada November 2018, Intiland meluncurkan apartemen SQ Res yang merupakan pengembangan tahap II di South Quarter di Jakarta Selatan.

Sebelumnya, konflik sengketa lahan di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, bahkan sempat memanas. Terakhir, pengembang Apartemen Pantai Mutiara (APM) dilaporkan ke polisi atas tuduhan perampasan tanah warga.

Laporan yang terdaftar dengan Nomor: LP/B/5626/XI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 3 November 2022. Laporan tersebut menuduh Suhendro Prabowo, Wakil Direktur Utama PT Intiland Development Tbk dan Richard S Hartono atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau Perintah Memasukkan Keterangan Palsu ke dalam Akta Otentik.

Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memantau laporan ke polisi atas nama Suhendro Prabowo. Namun, Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi membantah tudingan tersebut. Menurut dia, gugatan perusahaan yang menyita lahan APM seluas 1.829 meter persegi tidak berdasar. Menurutnya, pengembang Apartemen Mutiara Beach merupakan entitas terpisah dari DILD yang merupakan Badan Kerjasama Apartemen Mutiara Beach (BKAPM).